Rendezvous

Finally! After 174 days, I met my husband on Friday (May 31st, 2013). I am soooooooo happyyy!

There was almost no words from our mouth, we just hugged each other.

Is anything changed from him? Yes, actually. His skin is brighter than mine (heuuu :|) and also his body is slimmer than the size before he left.

Whatever, thanks God for the great rendezvous ūüôā

Advertisements

Time flies..

Time really flies..Some people often said that in their socmed account.. Include me. I think and feel that time really really flies..

I feel like just yesterday I became a college student, and then I graduated.. After that, I got married. Sometimes I felt  that I was dreaming, but what happened to me until now is real.

Anything I wanna say right now is: “Alhamdulillah..” for¬†everything God has given to me and also for anything God plans for me in the future.

I know and feel that Allah really loves me. Allah gives me things that I need and also I want (Aamiin..). Like the simple thing, that is: I will meet my husband in 11 more days. Yeaaaaaaay! How I miss him. Yes, of course. I haven’t met him for 163 days.

At several first days of living without my husband, I cried and I told him that I couldn’t live without him. I was so depressed. But recently, I feel tougher than before. God has made me stronger. It’s just about time and also how we manage our feeling.

Thanks God I have You ūüôā

Menunggu

Ku begini seperti selalu

Membilang waktu berlalu

Entah berapa lama, aku tak sadarinya

Berapa lama harus menunggu..

Siti Nurhaliza – Ku Menunggu

 

Foto Terekspresif

Foto Terekspresif

Minggu lalu dapet souvenir nikahan temen di kantor. Tempat naro ballpoint gitu dan ada klipnya untuk nyimpan note. Suka deh, useful bgt soalnya saking penuhnya meja kantor, gak ada foto. Jadi saya taro foto masih muda di situ (dipikir sekarang udah tua, masih 23 kok hehe)

Diliat-liat, ternyata ini foto terekspresif suami saya. Karena kan suami saya orangnya lempeng alias susah difoto ūüėÄ

Kata temen, suami saya juga di sini terlihat lebih muda 20 tahun hahaha :p Emang mukanya tua sih (Maaf kaka, tapi tetep paling ganteng kok buat aku)

Ilmu yang Paling Sulit

Ilmu apa yang paling sulit di dunia ini? Bukan fisika, bukan kalkulus, dan juga bukan filsafat.. Ilmu yang paling sulit adalah ilmu ikhlas..

Lihat saja, banyak orang yang suka sirik kalau temannya sukses atau kaya, orang seringkali berharap kebaikan yang dilakukannya kepada seseorang dibalas oleh orang tersebut, dan betapa sulitnya seorang istri untuk dipoligami (Saya juga! Jangan sampe deh..)

Yaa sekarang belajar dan berusaha terus untuk ikhlas dalam semua hal di dunia ini.. Fighting!

Prinsip (Selingkuh) Seorang Suami

Saat ini saya bekerja di perusahaan tambang yang tentu harus memikirkan aspek safety dalam kegiatan operasionalnya. Maka dari itu, salah satu rangkaian kegiatannya adalah safety patrol yang dilakukan oleh level struktural dan staf di perusahaan secara bergantian setiap bulan. Safety patrol adalah kegiatan patroli/inspeksi ke lokasi-lokasi kerja untuk melihat kondisi tidak aman dan harus diperbaiki.

Pagi hari tadi adalah jadwal tim saya untuk melakukan safety patrol ke lokasi Dam Cepak Puspa, Unit Geomin, Semen Silo, Backfill Dam, dan sekitar Bengkel Ciurug L.600. Saya pergi dengan 3 orang bapak-bapak (ya namanya juga perusahaan tambang, jarang ibuk-ibuknya).

Singkat cerita, safety patrol selesai dan kami berempat perjalanan pulang dari gunung (literally gunung, tambang emas Pongkor kan underground alias bikin terowongan-terowongan di dalem gunung :D) naik mobil 4WD. Dalam perjalanan pulang ini, pembicaraan mengalir jadi mengenai istri dan suami. Dua orang dari bapak-bapak yang ada cerita tentang kenakalan mereka waktu ketemu mantan pacar yang sekarang sama-sama udah tua (haha!), ketauan lagi jalan sama perempuan lain, dll.

Nah, ada satu bapak yang cerita tentang prinsipnya tentang mencari selingkuhan, kira-kira begini: “Kalau prinsip saya ya Mbak Intan, kalau cari yang lain itu ya harus yang lebih baik daripada yang di rumah, percuma donk kalau sama atau gak lebih dari yang di rumah. Itu mencegah saya punya selingkuhan karena susah dapet yang lebih baik dari yang di rumah tapi mau sama saya. Ya kalaupun ada yang mau yang sesuai tadi, untunglah, gak nyesel juga, hehe..”

Mendengar hal itu, saya ketawa. Prinsip yang baru saya denger sekarang alias langka. Kenapa? Ya soalnya kalau kita liat laki-laki selingkuh sekarang (pengamatan pribadi), sama perempuan yang kalau diliat malah lebihan istrinya. Ada yang selingkuh sama yang lebih tua dari istrinya dan gak lebih cantik. Nah udah pada aneh-aneh kan. Jadi prinsip bapak tadi cukup langka. Dan sampai sekarang, prinsip tsb berhasil membuat doi tidak selingkuh, sudah menikah dari tahun 1980 (main-main pernah sih, tapi kapok habis itu gak lagi).

Di akhir percapakan, bapak-bapak ini bilang: “Ya tapi amit-amitlah Mbak Intan, kita juga pengen rumah tangga kita utuh terus.”¬†Kata saya, “Alhamdulillah Pak..”¬†Ditambah dalam hati, “Ah bapak.. dari tadi kok ceritanya kepergok istrilah, ditonjok istrilah, ketemu mantanlah pas suaminya gak ada, hahaha”

Ngomong-ngomong, sekarang juga saya punya suami (baru 6 bulan), dan jadinya….. ya kepikiran! Kata orang kan laki-laki dimana-mana sama. Kalau kata Pak Habibie juga “Bagaimana aku bisa setia, kalau kecenderunganku adalah mendua..”.¬†Apalagi sekarang suami lagi jauh, banyak banget yang nakut-nakutin di sana dia bla-bla-bla. Cuman satu yang harus dipegang rasa percaya! Tentu juga dengan waspada ūüėÄ

Insya Allah saya percaya suami saya, sebagaimana dia percaya pada saya yang bekerja di lingkungan 90% laki-laki, dimana semua teman dekat saya di sini laki-laki. Pernikahan kami baru 6 bulan, jalan masih sangat panjaaaang. Berusaha mengerti satu sama lain dan memperbaiki diri terus menerus. Semoga Allah meridhoi dan membiarkan kami hidup bersama selamanya, sampai hanya Dia-lah yang memisahkan.

Aamiin ya Allah. Aamiin ya Rabb.

Pertanyaan Berkelanjutan

Bukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) tapi pertanyaan berkelanjutan.

Semua orang pasti mengalami fenomena pertanyaan berkelanjutan ini. Terjadi di acara keluarga masing-masing. Pertanyaan berkelanjutan ini adalah:

  1. Saat masih single : “Udah punya pacar belum?”
  2. Saat sudah punya pacar : “Kapan mau nikah?”¬†atau “Kapan¬†mau nyusul? “(kalau acaranya nikahan orang)
  3. Saat sudah menikah : “Udah isi belum?
  4. Saat sudah punya anak : “Kapan mau ngasih adik buat si A?”

Semuanya ngalamin ya kan ya kan ya kan?

Saat ini saya sedang mengalami fase pertanyaan yang ketiga, di acara keluarga tadi siang hehe. Jawabannya masih: “Belum, minta doanya aja..”¬†Belum punya anak karena sekarang suami gak ada :p dan kesepakatan untuk belum punya anak dulu.

Tapi oh tapi sebenernya pengen bgt punya anak. Dua temen yang nikahnya seangkatan (ceileh) sudah isi dua2nya ūüėÄ So happy for both of you Bumil.. Semoga sehat2!

Every step in our life takes time. I believe there will be my turn to get pregnant and to be a mom. InsyaAllah aamiin..